Olahan Gula Tumbu
Olahan Gula Tumbu Zunita Nurul

Dari Tebu Menjadi Gula Tumbu (Gula Merah) Dari Kabupaten Kudus

Sunday, 12 March 2023 WIB
459

INTRONESIA.ID, Kabupaten Kudus - Tebu yang digiling menjadi gula putih itu sudah biasa tapi tebu di giling menjadi gula merah mungkin belum banyak hanya beberapa wilayah saja. Di Kabupaten Kudus ada kearifan lokal yang mengolah tebu menjadi gula merah. 

Sentra pengolahan gula tumbu Kabupaten Kudus terdapat di Kecamatan Dawe dan Gebog. Terdapat 180 lebih unit yang tersebar di berbagai desa di sana, diantaranya; Kandangmas, Cranggang, Rejosari, Jurang, Puyoh, Margorejo, Piji, Lau dan Cendono. Pengrajin gula tumbu dapat melaksanakan giling hampir sepanjang tahun selama tersedia bahan baku. Paling awal giling gula tumbu dimulai bulan Maret, dan berakhir pada bulan Oktober bahkan November.

Bapak Umam salah satu pengrajin gula tumbu di Desa Cranggang, Kecamatan Dawe bercerita bahwa disebut dengan gula tumbu karena tempat cetakan gula terbuat dari anyaman bambu yang lazim disebut “tumbu”. Gula tumbu ini merupakan bahan baku pembuatan kecap. Gula tumbu yang diproduksi pada umumnya varietas BL, yaitu tebu yang memiliki kadar air banyak dan rendemen yang tinggi.  

Pengolahan gula tumbu dilaksanakan paling akhir saat musim hujan, hal ini karena rendemen saat musim hujan tidak akan sebaik pada saat musim kemarau. Kapasitas giling rata-rata setiap unit pengolah gula tumbu adalah enam ton tebu per hari. Waktu efektif produksi dalam satu bulan sebanyak 25 hari, namun jika terdapat kendala bahan baku maka dalam satu bulan hanya berproduksi selama 12-14 hari saja. Pada musim giling gula tumbu ini apabila kita berjalan-jalan di sekitar unit pengolah akan tampak cerobong dan kepulan asap menandakan proses produksi berlangsung. Aroma manis khas yang tercium juga sebagai penanda bahwa lokasi tersebut terdapat unit pengolah gula tumbu.

 

Tahap demi tahap pengolahan gula tumbu memang harus dijalani dengan penuh ketelatenan dan kesabaran. Bagaimana tidak, untuk mengentalkan nira perasan tebu diperlukan waktu kurang lebih dua jam. Selama perebusan ini kondisi perapian pun harus terjaga, tidak boleh terlalu besar dan tidak bisa juga terlalu kecil. Para pekerja di sini sudah ahli dan terampil dalam melakukannya. Bahan bakar pembuatan gula tumbu menggunakan sisa ampas tebu yang sudah kering dengan campuran limbah plastik. Tahapan pengolahan gula tumbu sebagai berikut:

Proses pembuatan gula tumbu dimulai dengan cara menggiling tebu dengan mesin giling sederhana  untuk memeras tebu dari batang-batangnya. Dari aktivitas ini akan diperoleh nira tebu sebagai bahan dasar; Setelah itu nira tebu di alirkan melalui selang yang langsung terhubung ke kawah perebusan. Nira dipindahkan dari satu kawah ke kawah berikutnya mengikuti kekentalannya; Setelah mengental maka nira yang berwarna kecoklatan ini siap dicetak ke dalam tumbu.

Para pengrajin gula tumbu di Kabupaten Kudus sudah terbangun jaringan dengan pengepul. Melalui pengepul ini kemudian produk gula merah dibeli dengan mengikuti harga di pasaran. Saat ini harga gula tumbu berkisar pada Rp.8.500,00 sampai dengan Rp.8.700,00 per kilogram. Selama ini gula merah produk pengrajin Kecamatan Dawe digunakan untuk bahan baku pembuatan kecap merek ternama di Indonesia. (Zunita N, Dani Medio)